Minggu, 04 November 2012

dari onet


Bersama seseorang yang tidak kamu cintai itu berat, sama seperti kamu berusaha mengingkari perasaanmu dan berkata aku tidak mencintaimu” padahal sesungguhnya rasa cinta itu ada, apalagi sudah stadium akut, yang menyebabkan kamu tidak nyaman, susah tidur, susah nafas dan penat  karena rasa cinta itu sudah menyebar keseluruh pembuluh darah lalu pecah, mengkontaminasi seluruh darah yang ada di tubuhmu.  Kamu tahu? Itu yang terjadi dengan aku. Aku harus melakukan dua hal berat secara bersamaan. Kamu bilang aku kuat. Tapi apa pernah kamu berfikir, sekuatnya aku, hatiku bukan terbuat dari baja. Aku bukan wonder women! Bahkan ga ada jaminan jika aku seorang wonder women, aku tidak akan menangis jika kehilangan cinta dalam hidupku. Semalam aku tidak tidur. Bukan mauku. Aku katakan moving on itu ga gampang jendral! Dadaku sakit. Nyeri. Ga bohong jika sampai aku berkata  aku merasa sesak dan sulit untuk bernafas. Aku berfikir keras semalaman. Banyak hal berputar dalam kepala. Bahkan sempat menangis hingga beberapa kali. Temanku berkata “biasanya jika seperti itu, sudah bosan dan ada (calon) yang baru.” Sempat terpengaruh, tapi pada akhirnya aku memilih percaya kamu. Rasa cintaku ke kamu meyakinkanku bahwa Kamu bukan orang  yang seperti mantanku terdahulu. Kamu bukan orang brengsek seperti yang di katakan mantanmu. Aku harap keyakinanku ga salah. Semalam aku juga berfikir bagaimana hidupku nanti, tepatnya bagaimana hidupku nanti tanpa kamu. Secara, sudah banyak agenda yang kusiapkan untuk kita berdua. Mulai dari tahun baru bersama, liburan bersama, acara ulang tahunku dan kamu. Bagaimana pula caraku  menata ulang hidupku dari nol. Menghapus perlahan jejak – jejak langkah kecilmu. Menghapus nomormu? Sudah. Semua yang berhubungan dengan kamu? Aku butuh waktu untuk itu. Aku harus menyiapkan waktu khusus untuk pindahan dari moneth ke tempat yang baru. Aku butuh waktu untuk packing si mimin dan yang lainnya. Aku butuh waktu nyet. Seperti katamu, "sabar dan pelan - pelan". Mungkin kamu berfikir mudah bagi aku untuk tertawa, berbagi dan membully seseorang yang bukan kekasihku seperti yang selama ini aku lakukan kepadamu? Jika aku bisa, aku ga butuh kekasih. Taste nya beda. Aku ga akan merasa lebih baik jika aku masih ada di dekatmu sementara semuanya sudah ga sama. Aku akui itu salah satu dari sekian banyak kelemahanku. Nyet, aku bodoh ya? Sampai detik ini pun aku masih menganggap semuanya Cuma bercandaanmu. Keisenganmu agar aku menangis. Atau hukumanmu buatku karena aku yang ga bisa jaga diri. Aku berharap semua ini Cuma mimpi. Mimpi buruk di awal November. Aku masih berharap kamu datang kepadaku, memelukku erat, hapus air mataku sambil bilang “maaf net, aku bercanda”.  Jika seperti itu nyet, datanglah padaku, maafku seperti biasa selalu ada buat kamu. AAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah…Nyet, mungkin aku perlu beberapa kali tamparan supaya aku sadar, kalo sekarang aku lagi ga mimpi, kalo harapanku Cuma harapan kosong. Ya, aku butuh itu nyet.


“Thinking of the day, when you went away, what a life to take, what a bond to break
I’ll be missing you”

Tidak ada komentar: